21
Agu
12

membuat judul penelitian

1.1              Latar Belakang Masalah

Dalam membuat suatu penelitian, hal yang pertama kali diperhatikan oleh pembaca adalah judul dari penelitian tersebut. Judul penelitian dicantumkan di halaman pertama sebuah laporan penelitian yang menunjukkan betapa pentingnya sebuah judul untuk menggambarkan penelitian secara keseluruhan.

Judul penelitian tidak dapat dibuat secara asal-asalan. Judul penelitian yang baik harus dapat mendeskripsikan masalah yang dibahas dalam penelitian secara menyeluruh. Untuk itu penulis hendaknya harus mengetahui cara membuat judul penelitian yang baik. Melihat begitu pentingnya pengetahuan untuk membuat judul yang baik maka kami tertarik untuk membahas mengenai “Membuat Judul Penelitian”

 

1.2              Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka kami merumuskan masalah mengenai “Bagaimana cara membuat judul penelitian?”

1.3              Tujuan dan Manfaat

Tujuan dibuatkannya makalah ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara membuat judul penelitian yang baik.

Sedangkan manfaat penulisan adalah sebagai berikut:

  1. Memberikan sumbang saran dalam kaitannya dengan cara membuat judul penelitian;
  2. Sebagai referensi bagi pembaca.

 

 

BAB II

TEORI/DATA

 

Walaupun judul penelitian itu selalu tercantum di bagian paling depan dari setiap laporan penelitian, tetapi tidak berarti penelitian dilakukan berangkat dari judul.

Seperti telah dikemukakan di bagian depan bahwa suatu penelitian itu dilakukan berangkat dari permasalahan, bukan dari judul. Justru judul penelitian dibuat bertitik tolak dari masalah. Urutan dari pola pikir membuat judul adalah sebagai berikut:

Judul penelitian

 

 

4

Latar belakang masalah

 

 

 

Batasan masalah

Indikasi masalah

1

 

2

 

 

3

 

  1. Latar belakang masalah

Pada bagian ini berisi tentang sejarah dan peristiwa-peristiwa yang sedang terjadi pada suatu objek penelitian, tetapi dalam peristiwa itu, sekarang ini nampaknya ada penyimpangan-penyimpangan dari standar yang ada, baik standar yang bersifat keilmuan maupun aturan-aturan. Oleh karena itu dalam latar belakang ini, peneliti harus melakukan  analisis masalah, sehingga permasalahan menjadi jelas. Melalui analisis masalah ini, peneliti harus dapat menunjukkan adanya suatu penyimpangan, dan menuliskan mengapa hal ini perlu diteliti.

 

  1. Indikasi Masalah

Dalam bagian ini perlu dituliskan berbagai masalah yang ada pada obyek yang diteliti. Semua masalah dalam obyek, baik yang akan diteliti maupun yang tidak akan diteliti sedapat mungkin dikemukakan.

 

  1. Batasan Masalah

Karena adanya keterbatasan, waktu, dana, teori-teori dan supaya penelitian dapat dilakukan secara lebih mendalam, maka tidak semua masalah dapat diteliti. Untuk itu maka peneliti member batasan, variabel apa saja yang akan diteliti, serta bagaimana hubungan antara variabel satu dengan variabel yang lain.

 

Dari pola di atas, maka hal pertama yang perlu ditentukan saat membuat penelitian adalah latar belakang masalah. Berangkat dari latar belakang masalah maka dapat dirumuskan masalah utama yang akan dibahas. Dan masalah yang akan dibahas ini kemudian akan dibuatkan batasan masalahnya supaya penelitian dapat dilakukan secara lebih spesifik dan mendalam. Judul penelitian ini sudah spesifik karena berangkat dari batasan masalah. Jadi variabel-variabel penelitian yang telah dibatasi itulah yang diangkat menjadi judul penelitian.

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

ANALISA DATA

Untuk penelitian kuantitatif, judul penelitian secara eksplisit menunjukkan variabel yang akan diteliti, terutama variabel independen dan dependennya. Variabel moderator, intervening dan control tidak perlu dituliskan dalam judul penelitian, tetapi perlu dijelaskan dalam paradigm penelitian. Dengan demikian judul penelitian menjadi singkat.

Misalnya dalam suatu penelitian bisnis masakan terdapat variabel tempat usaha, rasa masakan, dan jumlah pembeli. Maka judul penelitiannya dapat berbunyi : Pengaruh Tempat Usaha dan Rasa Masakan Terhadap Jumlah Pembeli. Dalam penelitian ini mungkin terdapat variabel moderatornya adalah daya beli masyarakat, variabel interveningnya budaya konsumerisme, dan variabel kontrolnya (yang dikendalikan) jenis makanan tertentu.

Karen pada dasarnya meneliti adalah ingin mengetahui data atau gejala sebagaimana adanya, (bukan sebagaimana seharusnya) maka judul penelitian harus netral, tidak dipengaruhi unsur-unsur subyektif yang belum diketahui kebenarannya. Judul-judul penelitian sebagai berikut terlihat kurang tepat untuk penelitian, tetapi bisa untuk judul makalah.

  1. Usaha meningkatkan volume pengiklanan dalam rangka peningkatan jumlah barang yang terjual

Pada judul tersebut, peneliti telah membuat suatu kesimpulan bahwa untuk meningkatkan jumlah barang yang terjual, maka dilakukan melalui peningkatan volume pengiklanan. Padahal belum diteliti apakah yang menyebabkan rendahnya jumlah penjualan karena iklan atau bukan.

Untuk membuat suatu keputusan kalau volume iklan ditingkatkan akan dapat meningkatkan barang yang terjual, maka harus diteliti terlebih dulu yang memberikan data bahwa terdapat hubungan yang positif dan signifikan antara volume pengiklanan dengan jumlah barang yang terjual. Bila dalam penelitian tidak menemukan hubungan yang positf dan signifikan, maka peningkatan tidak akan meningkatkan barang yang terjual.

Supaya judul tersebut netral (tidak mengharuskan), maka judul penelitian diubah menjadi: Pengaruh Volume Pengiklanan Terhadap Jumlah Barang yang Terjual.

 

  1. Peranan pengawasan dalam meningkatkan disiplin kerja di lembaga antar bangsa.

Pada judul tersebut masih ada kata meningkatkan, yang berarti peneliti sudah mengharuskan bahwa pengawasan di lembaga A itu betul-betul dapat meningkatkan disiplin pegawai. Secara teori betul, masih perlu diteliti terlebih dahulu. Jadi kata meningkatkan bisa diganti dengan kata terhadap.

 

Kata usaha meningkatkan, menyempurnakan, dan sejenisnya mestinya digunakan sebagai tindak lanjut setelah adanya penelitian. Jadi ditempatkan pada bagian saran-saran. Misalnya dalam penelitian ditemukan adanya pengaruh positif dan signifikan antara pengawasan dan disiplin kerja pegawai di lembaga A, maka saran selanjutnya adalah bahwa disiplin pegawai dapat ditingkatkan  melalui pengawasan. Sekarang usaha-usaha meningkatkan pengawasan bagaimana caranya. Semua saran dalam penelitian harus didasarkan pada data.

Jadi judul-judul penelitian harus netral dan didasarkan pada bentuk-bentuk permasalahan. Untuk bentuk permasalahan deskriptif yang bersifat estimasi (yang menggambarkan keadaan satu variabel/uni variabel) maka judulnya dapat seperti berikut:

  1. Kepuasan masyarakat terhadap barang-barang yang dibeli di kaki lima.
  2. Kinerja pegawai di bagian pemasaran
  3. Kualitas barang-barang produk negara berkembang
  4. Perkembangan harga-harga barang lektronika selama tahun 1999.

Untuk bentuk permasalahan bersifat mencari hubungan atau pengaruh, maka judulnya dapat sebagai berikut ini:

  1. Peranan …….. terhadap ………
  2. Pengaruh……… terhadap………
  3. Pengaruh………dan……terhadap………
  4. Hubungan……dengan………
  5. Hubungan……dan……dengan…………

Untuk bentuk permasalahan yang bersifat komparatif, maka judul penelitian dapat sebagai berikut:

  1. Perbandingan kepuasan masyarakat terhadap barang merk A dan B
  2. Perbandingan jumlah pembeli barang X di pasar swalayan dan pasar tradisional
  3. Disiplin kerja pegawai swasta dibandingkan dengan pegawai negeri
  4. Daya beli masyarakat pedesaan dibandingkan dengan masyarakat perkotaan.

Karena pada penelitian kualitatif banyak variabel yang diamati dan variabel yang diteliti belum jelas, maka judul-judul penelitian tidak harus eksplisit seperti pada batasan masalah. Judul-judul penelitiannya dapat sebagai berikut:

  1. Gaya bisnis orang-orang pribumi
  2. Faktor-faktor yang mempengaruhi keberhasilan berwirausaha
  3. Profil pebisnis sukses

Dalam prakteknya model judul penelitian cukup bervariasi, dan tidak sesuai dengan teori yang dijelaskan di atas. Terdapat judul penelitian yang mencerminkan permasalahan dan ada juga judul yang mencerminkan saran yang diberikan.

Contoh judul yang mencerminkan masalah:

  1. Hambatan-hambatan dalam pelaksanaan perdagangan bebas.
  2. Kegagalan-kegagalan dalam bisnis property di era reformasi.

Contoh judul yang mencerminkan saran:

  1. Pokok pokok pikiran dalam meningkatkan produksi tambak udang
  2. Upaya meningkatkan nilai ekspor.

BAB IV

KESIMPULAN

 

Dalam membuat sebuah penelitian, bukanlah judul yang dibuat pertama kali. Pembuatan judul yang baik harus berangkat dari latar belakang masalah, dirumuskan oleh indikasi masalah, dan dibuat secara spesifik dengan batasan masalah. Dengan berangkat dari batasan masalah maka variabel-variabel penelitian telah dibatasi sehingga penelitian dapat dilakukan secara mendalam.

Untuk penelitian kuantitatif, judul penelitian secara eksplisit menunjukkan variabel yang akan diteliti, terutama variabel independen dan dependennya. Variabel moderator, intervening dan control tidak perlu dituliskan dalam judul penelitian, tetapi perlu dijelaskan dalam paradigm penelitian. Dengan demikian judul penelitian menjadi singkat.


0 Responses to “membuat judul penelitian”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Maho’s File

Maho

Mahonak namaku, Mohak sifatku, Maho nama panggilanku... tapi aku bukan makhluk homo

MikaMika calendar

Agustus 2012
S S R K J S M
« Jul   Okt »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Twitter Maho

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


%d blogger menyukai ini: