21
Agu
12

meningkatkan minat baca

ini tugas makalah waktu gue semester 1

BAB I

PENDAHULUAN

 

1.1 Latar Belakang

 

International Association for Evaluation of Educational (IEA) pada tahun 1992 dalam sebuah studi kemampuan membaca murid-murid Sekolah Dasar Kelas IV menempati Indonesia pada urutan ke 29 dari 30 negara dengan tingkat kemampuan baca yang rendah. Pada Hari Aksara Internasional tahun 2003, ditunjukkan bahwa 18,7 persen penduduk Indonesia di atas usia sepuluh tahun buta huruf. Sedangkan dari laporan UNDP dalam “Human Development Report 2003” menyatakan bahwa pembangunan manusia di Indonesia menempati peringkat 112 dari 174 negara yang dievaluasi. Apa artinya gejala ini? Tafsir paling dekat akan mengatakan bahwa masyarakat Indonesia belum menjadikan membaca sebagai kebutuhan hidup dan budaya bangsa.

Melihat begitu berpengaruhnya minat membaca dengan kemampuan membaca serta penguasaan ilmu pengetahuan maka penulis menyadari permasalahan ini sangat penting untuk dibahas. Karena dengan penguasaan ilmu pengetahuan maka akan memberikan hasil yang baik untuk peningkatan sumber daya manusia anak anak Indonesia di masa yang akan datang.

 

1.2 Perumusan Masalah

 

Menumbuhkan minat baca masyarakat Indonesia bukanlah suatu hal yang mudah. Masyarakat Indonesia telah menjadikan hal-hal yang bersifat audio visual  seperti televisi ataupun komputer sebagai gaya hidup. Kehadiran buku sebagai sumber ilmu tidak lagi menjadi prioritas utama. Oleh karena itu, penulis merumuskan “Bagaimana cara meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia di tengah” sebagai masalah utama dalam makalah ini.

 

1.3 Tujuan dan Manfaat

 

Semua proses belajar didasarkan pada kemampuan membaca. Makalah ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca bangsa Indonesia serta mendorong perubahan sikap perilaku budaya, dari masyarakat tidak suka membaca menjadi masyarakat membaca (reading society) dan kemudian akan berlanjut menjadi masyarakat belajar (learning society). Berangkat dari terwujudnya masyarakat belajar (learning society) maka akan mencapai bangsa yang cerdas  (educated nation) sesuai dengan amanat Undang-Undang Dasar 1945 agar bangsa Indonesia menuju masyarakat Madani (Civil Society).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

PEMBAHASAN

2.1. Pengenalan Buku

Buku adalah kumpulan kertas atau bahan lainnya yang dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisi tulisan atau gambar. Buku pertama lahir di Mesir pada tahun 2400-an SM, namun buku yang terbuat dari kertas baru ada setelah Cina berhasil menciptakan kertas pada tahun 200-an SM.

Secara garis besar buku terdiri atas 2 kategori, yaitu buku fiksi dan buku nonfiksi. Buku fiksi adalah cabang dari literatur yang membahas sebagian atau seluruhnya, dengan peristiwa temporal contrafactual (peristiwa yang tidak nyata atau khayalan penulis), contohnya novel atau komik. Berbeda dengan buku non-fiksi , yang menangani secara eksklusif peristiwa faktual, berdasarkan pada yang kejadian sebenarnya.

 

2.2. Manfaat Membaca Buku

Berikut ini beberapa manfaat membaca buku:

  • Membaca buku baik untuk melatih kinerja otak. Ini disebabkan membaca membutuhkan  konsentrasi yang lebih besar dibandingkan dengan menonton televisi, karena kita dipaksa untuk membangun, membayangkan, dan menghasilkan narasi sendiri dari isi buku yang kita baca
  • Berbeda dengan bahasa lisan saat kita menonton film atau mendengarkan kaset yang tidak memiliki jeda, membaca memberikan sebuah tombol pause unik untuk pemahaman dan wawasan. Kita dapat berhenti dan mengulang kembali apa yang kita baca hingga mendapat suatu pemahaman yang kita inginkan.
  • Membaca dapat meningkatkan daya ingat serta dapat  menambah perbendaharaan kata.

2.3. Upaya Meningkatkan Minat Baca

a.Cara Intern

Berikut ini adalah upaya meningkatkan minat membaca secara intern, yaitu berasal dari dalam diri sendiri antara lain:

  • Berkenalan dengan Buku

Sebagai pemula kita hendaknya mengenal terlebih dahulu buku apa yang akan kita baca. Mulailah dari membaca buku-buku dengan tema yang ringan dan sederhana, seperti novel fiksi atau komik. Biasanya, buku dengan tema yang menghibur seperti ini akan menumbuhkan rasa suka membaca dari dalam diri.

  • Mengembangkan Topik Bacaan

Membaca buku fiksi pada dasarnya tidak banyak menambah ilmu pengetahuan seperti yang menjadi tujuan awal makalah ini dibuat. Maka setelah minat membaca telah ada hendaknya kita dapat mengembangkan tema bacaan. Mulailah melirik buku non fiksi yang sesuai minat dan hobi kita. Contohnya, jika seseorang memiliki minat di bidang otomotif, maka mulailah membaca buku yang membahas tentang otomotif.

  • Jadikan Kebiasaan

Mulailah jadikan membaca sebagai aktivitas rutin dalam kehidupan. Banyak cara yang bisa dilakukan, seperti membaca minimal 30 menit setiap hari, atau membaca minimal satu buku dalam satu minggu. Kebiasaan seperti ini setidaknya dapat mendorong kita terus membaca buku dan mendapatkan ilmu yang kita baca secara konsisten.

b.Cara Ekstern

  • Membangun Sarana dan Prasarana Membaca

Perpustakaan merupakan faktor penting dalam memacu minat membaca. Sayangnya di hampir semua jenis dan jenjang pendidikan perpustakaan belum sepenuhnya berfungsi. Jumlah buku-buku perpustakaan jauh dari mencukupi kebutuhan tuntutan membaca sebagai basis pendidikan, serta peralatan dan tenaga yang tidak sesuai dengan kebutuhan. Untuk itu perpustakaan harus mendapat perhatian yang besar dalam suatu lembaga.  Peran pustakawan yang mempromosikan eksistensi perpustakaan  secara kontinu  pun tak kalah besar dalam meningkatkan minat baca masyarakat.

  • Tidak Memberatkan Pembaca

Buku yang tebal dan dipenuhi tulisan- tulisan kecil biasanya membuat kita malas membacanya. Sungguh sangat disayangkan karena mungkin saja didalam buku tersebut banyak ilmu yang bisa kita dapatkan. Karena itu ini tugas dari penulis untuk mendesain bukunya sedemikian rupa agar pembaca tidak berpikir ribuan kali untuk membacanya. Misalnya dengan menerbitkan secara berseri agar buku menjadi tidak terlalu tebal. Soal harga pun menjadi permasalahan utama mengingat masyarakat Indonesia masih memiliki tingkat ekonomi yang rendah.

  • Dorongan Tenaga Pendidik

Setiap guru atau  dosen dalam semua bahan kajian harus dapat memainkan perannya sebagai motivator agar para peserta didik bergairah untuk banyak membaca buku-buku penunjang kurikulum pada bahan kajian masing-masing. Misalnya dengan memberi tugas-tugas  rumah setiap kali selesai pertemuan dalam proses pembelajaran. Dengan system reading drill secara kontinu maka membaca akan menjadi kebiasaan peserta didik dalam belajar.

  • Sistem Pendidikan Nasional dan Kurikulum

Pengembangan kurikulum secara berdiversifikasi tidak saja menjadi prioritas dalam Bahan Kajian Bahasa Indonesia dan Bahan Kajian Seni dan Budaya, tetapi hendaknya juga secara implisit harus tercantum dalam bahan-bahan kajian lainnya . Kurikulum pendidikan harus memuat kegiatan pengembangan budaya membaca dan menulis dengan alokasi waktu yang cukup memberi kesempatan untuk membaca.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

3.1. Kesimpulan

Berdasarkan uraian diatas maka penulis mengemukakan beberapa kesimpulan:

  • Budaya membaca sangat berpengaruh penting terhadap kemampuan membaca serta penguasaan ilmu pengetahuan
  • Membaca buku banyak memberikan manfaat dan pengetahuan bagi pembaca
  • Untuk menumbuhkan minat baca membutuhkan dorongan dari dalam dan dari luar diri.

3.2. Saran

            Mengingat begitu banyaknya manfaat yang kita dapatkan dari membaca buku serta akibat yang ditimbulkan dari kebiasaan malas membaca, maka penulis menyarankan agar membaca dapat dijadikan sebagai kebutuhan hidup. Mulai dari diri sendiri dan mulai dari sekarang juga kembangkan budaya membaca dalam masyarakat. Karena pada hakikatnya membaca adalah gerbang kita untuk menuju keluar dari kegelapan menuju kehidupan yang terang benderang. Untuk itu kita harus selalu ingat dengan pepatah bijak, “buku adalah gudang ilmu”

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

Delly H. Dadang, DR. M.Si .2005. Strategi Dinas Pendidikan, Dalam Meningkatkan Budaya Baca Masyarakat, Bandung : Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI)  Daerah Jawa Barat

Sularto, St. Brata, Wandi S., dan Benedanto, Pax .2004.Bukuku Kakiku , Jakarta : Gramedia Pustaka Utama

Wiranto, F.A., Supriyanto, dan Suryaningsih, R.M. Sri,.1997. Perpustakaan Menjawab Tantangan Jaman , Semarang : Penerbit Unika Soegijapranata


0 Responses to “meningkatkan minat baca”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Maho’s File

Maho

Mahonak namaku, Mohak sifatku, Maho nama panggilanku... tapi aku bukan makhluk homo

MikaMika calendar

Agustus 2012
S S R K J S M
« Jul   Okt »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Twitter Maho

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


%d blogger menyukai ini: