21
Agu
12

orphan

Seorang ibu yang baru saja keguguran dari anak ketiganya sangat merasa tertekan dan dilanda trauma yang sangat mendalam.  Karenanya, dia dan suaminya sepakat untuk mengadopsi seorang anak dari sebuah panti asuhan. Disana ia tertarik dengan anak  cerdas bernama Esther, dia orphan yang berasal dari rusia dan keluarga ini merasa sangat cocok dengannya. Keesokan harinya, esther langsung diadopsi dan masuk ke dalam rumah keluarga ini. Disana esther bertemu dengan 2 anak keluarga ini, yaitu daniel anak cowok yang bandel, dan max anak perempuan yang tuna rungu. Kecerdasan esther membuatnya cepat beradaptasi, bahkan esther sudah paham cara berkomunikasi dengan bahasa isyarat dengan Max. Hal ini membuat daniel cemburu kepadanya. Sang ayah memberinya hadiah, max selalu bermain dengannya, dan ibu mengajarinya bermain piano. Ibu juga memberitahunya suatu rahasia bahwa dia menaburkan abu anak ketiganya yang keguguran diatas sebuah tanaman bunga. Ibu menganggap bahwa selama bunga itu tumbuh, anaknya yang keguguran itu juga terus tumbuh dan hidup diantara mereka. Ibu sangat menyayangi bunga itu.

Di sekolah, esther tidak begitu disukai temannya. Itu karena cara berpakaian esther yang seperti putri dengan menggunakan pita di leher dan di tangannya. Ibu menyuruh esther untuk berpakaian normal seperti anak yang lain, namun esther menolaknya. Suatu ketika ada seorang anak di sekolah mencoba menarik pita di leher esther, hal itu membuat esther histeris dan berteriak dengan sangat keras. Keesokannya anak tersebut di dorong esther jatuh dari atas perosotan di taman bermain yang menyebabkan anak tersebut patah tulang. Ibu mulai merasa takut kepada esther, namun ayah menganggap bahwa esther tidak sengaja melakukannya.

Keanehan terus terjadi. Esther terlihat dengan mudahnya membunuh seekor burung tanpa rasa takut sedikitpun, dia menyembunyikan sebuah bibel dengan beberapa foto ayah-ayah angkatnya terdahulu yang telah meninggal, dan dia berbicara seperti halnya orang dewasa bicara. Suatu hari ibu membicarakan hal ini dengan suster tempat esther diadopsi. Sepulangnya dari rumah, esther dengan bantuan max mencegat suster tersebut, kemudian esther memukul suster itu dengan palu sampai mati. Max ketakutan, kemudian esther menyembunyikan palu dan pakaiannnya yang penuh darah di rumah pohon milik daniel. Dia mengancam max dan daniel untuk tidak memberitahukan ini pada siapapun kalau tidak dia akan membunuh mereka.

Esther sempat dibawa ke psikiater namun dengan kecerdasannya dia berhasil mengelabui psikiater tersebut. Suaminya malah beranggapan bahwa ini kesalahan istrinya yang terlalu berpikiran negatif terhadap esther. Suatu ketika esther memotong bunga kesayangan ibunya dengan sengaja yang membuat ibu kesal dan menarik tangannya dengan keras. Esther kemudian mematahkan tangannya sendiri untuk membuat ini seperti kelakuan ibunya, dan membuat ibu menjadi makin bersalah. Daniel yang ketakutan karena terus menerus diancam berencana dengan max untuk menunjukkan barang bukti berupa palu dan baju berlumuran darah kepada polisi agar esther ditangkap. Namun hal ini diketahui esther sehingga saat daniel naik ke rumah pohon, esther langsung membakar rumah itu yang membuat daniel jatuh dan tak sadarkan diri. Mengetahui keadaan daniel baik-baik saja, saat yang lain lengah esther berusaha membekap daniel dengan bantal sehingga sulit bernapas dan keadannya makin memburuk. Ibu sangat marah dan mengetahui ini semua perbuatan esther lalu menampar esther hingga berdarah. Kelakuan ibu membuat dokter menenangkannya dengan bius dan ibu harus menginap di rumah sakit. Sedangkan ayah, esther dan max pulang ke rumah.

Sebelumnya ibu pernah melakukan penyelidikan terhadap identitas esther. Akhirnya ibu mendapat telepon dari seseorang. Diketahui bahwa esther bukan berasal dari panti asuhan di rusia, melainkan dari rumah sakit jiwa di negara estonia. Dia menderita suatu penyakit yang membuat tubuhnya tidak dapat menjadi dewasa, sehingga walaupun sekarang dia berusia 33 tahun, dia masih terlihat seperti anak berumur 9tahun. Dia juga telah melakukan pembunuhan pada beberapa ayah angkat yang telah mengadopsinya. Dia kerap merayu ayah dari keluarga yang telah mengadopsinya itu, namun apabila ayahnya tak tergoda dia akan membunuh seluruh keluarga tersebut. Dia dijebloskan ke rumah sakit jiwa dengan ikatan di tangan dan lehernya, itulah yang menyebabkan esther selalu memakai pita di lehernya untuk menutupi bekas ikatan tsb.

Ternyata benar, di rumah esther ternyata sedang merayu ayahnya. Ibu segera pulang ke rumah untuk menyelamatkan keluarganya. Namun terlambat, ayah telah tewas dengan banyak tikaman di perutnya. Kini sang ibu hanya bisa menyelamatkan max dari kejaran esther, dan akhirnya mereka berdua berhasil selamat dan esther pun tewas dengan leher yang patah di tangan sang ibu.


0 Responses to “orphan”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Maho’s File

Maho

Mahonak namaku, Mohak sifatku, Maho nama panggilanku... tapi aku bukan makhluk homo

MikaMika calendar

Agustus 2012
S S R K J S M
« Jul   Okt »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Twitter Maho

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


%d blogger menyukai ini: