21
Agu
12

PEMAHAMAN AWAL AKUNTANSI

1.1 Pengertian akuntansi

 

Akuntansi adalah seni pencatatan, penggolongan, dan pengikhtisaran dengan cara tertentu dan dalam ukuran moneter, transaksi, dan kejadian-kejadian yang umumnya bersifat keuangan dan termasuk menafsirkan hasil-hasilnya.

Definisi akuntansi dapat juga dirumuskan dari dua sudut pandang, yaitu dari sudut pemakai jasa akuntansi, dan dari sudut proses kegiatannya.

 

1.Definisi dari sudut pemakai

            Ditinjau dari sudut pemakainya, akuntansi dapat didefinisikan sebagai suatu disiplin yang menyediakan informasi yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan secara efisien dan mengevaluasi kegiatan-kegiatan suatu organisasi.

Dari definisi ini dapat disimpulkan hal-hal sebagai berikut :

1. Akuntansi diselengarakan dalam suatu organisasi (biasanya berupa organisasi             perusahan). Informasi akuntansi yang dihasilkan adalah informasi tentang akuntasnsi

2. Informasi akuntansi sangat penting dalam menyelenggarakan kegiatan perusahan. Informasi digunakan dalam pengambilan keputusan intern organisasi, dan juga untuk pengambilan keputusan oleh pihak ekstern perusahaan.

 

2.Definisi dari sudut Proses kegiatan

            Akuntansi  dapat didefinisikan sebagai proses pencatatan, penggolongan, peringkasan, pelaporan, dan penganalisaan data keuangan suatu organisasi. Definisi ini menunjukan bahwa kegiatan akuntansi merupakan tugas yang kompleks dan menyangkut bermacam-macam kegiatan. Pada dasarnya akuntansi harus:

  1. Mengidentifikasi data mana yang berkaitan atau relevan dengan keputusan yang akan diambil.
  2. Memproses atau menganalisa data yang relevan
  3. Mengubah data menjadi informasi yang dapat digunakan untuk mengambil keputusan.

 

1.2 Persamaan Dasar Akuntansi

 

Susunan neraca harus memenuhi tiga pengklasifikasian pokok, yang akan membentuk suatu kesamaan akuntansi terhadap tiga unsut pokoknya, yaitu:

 

ASET = KEWAJIBAN + EKUITAS

 

            Transaksi-transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu perusahan baik yang menambah atau mengurangi aset, kewajiban, dan ekuitas langsung dicatat ke dalam persamaan akuntansi.

 

 

 

1.3Akun-akun

           

            Data atau transaksi dicatat dalam jurnal kemudian dibukukan ke dalam akun (account). Jumlah akun yang dibutuhkan dalam suatu dalam suatu entitas tertanggung kepada kebutuhan entitas tsb, disesuaikan dengan luasnya kegiatan, atau besar kecilnya entitas. Kumpulan akun yang digunakan dalam pembukuan suatu entitas disebut buku besar atau ledger.

 

Penggolongan akun

            Pada dasarnya akun-akun dalam sebuah entitas dibagi dalam dua golongan besar, yaitu:

  1. Akun-akun neraca (akun Riil) yaitu akun-akun yang pada akhir periode akuntansi akan dilaporkan ke dalam neraca. Contoh dari akun-akun Riil adalah akun aktiva      ( harta/aset), akun-akun kewajiban (utang), dan akun-akun modal (ekuitas). Sifat dari akun riil ini adalah permanen, yaitu akun-akun ini tetap ada selama entitas masih berdiri.
  2. Akun-akun laba rugi (akun nominal) yaitu akun-akun pada akhir periode akuntansi dilaporkan kedalam laporan perhitungan laba rugi. Contoh akun-akun nominal adalah akun-akun pendapatan dan akun-akun beban. Sifat dari akun-akun nominal ini tidak permanen, yaitu pada akhir periode akuntansi saldo-saldo akun nominal ini ditutup.

Pada entitas pemerintahan akun-akun nominal disebut sebagai akun-akun Laporan Realisasi Anggaran yang terdiri dari akun-akun pendapatan, akun-akun belanja, dan akun-akun pembiayaan.

 

Nama Akun

            Setiap akun harus diberi nama, untuk memudahkan mengetahui hal apa yang dicatat kedalam akun tsb, contoh nama-nama akun riil adalah kas, piutang, bagunan, utang, ekuitas sedangkan contoh nama-nama akun nominal adalah pendapatan pajak, pendapatan retribusi, belanja pegawai, belanja bunga .

 

Bentuk dan Isi Akun

            Bentuk akun yang paling sederhana terdiri dari 3 bagian yakni:

1. Nama akun, yang menjelaskan tentang jenis-jenis akun yg dicatat dalam akun  tersebut.

2. Tempat untuk mencatat penambahan yang terjadi pada akun tsb.

3. Tempat untuk mencatat pengurangan yang terjadi pada akun tsb.

 

Bentuk-bentuk akun:

1. Akun bentuk T (Akun bentuk 2 kolom)

2. Akun Bentuk 4 kolom

Keuntungan utama dari bentuk 4 kolom adalah setiap saat dapat diketahui saldo akhir akun tsb. Disamping itu, kemungkinan kesalahan dalam mencantumkan saldo akun dalam neraca saldo (trial balance) dapat diperkecil, dan akan mempermudahkan dalam pemeriksaan.

 

Penomoran Akun

Akun-akun dalam buku besar harus diberi nomor untuk memungkinkan pemberian indek dan juga untuk digunakan sebagai referensi. Penomoran ini disebut dengan pemberian nomor kode akun (account code). Pada entitasa pemerintahan kode akun ini dibuat secara baku.

Tujuan pembakuan kode akun adalah mengakomodasi proses manajemen keuangan dengan anggaran berbasis kinerja sedemikian rupa agar:

  1. Perencanaan anggaran pendapatan, belanja dan pembiayaan dilakukan secara proposional, transparan dan profesional
  2. Pelakasaan anggaran berbasis kinerja dilakukan secara lebih berakuntabilitas
  3. Laporan Keuangan mengakomodasi secara baik penganggaran, pengukuran kinerja dan pelaporan kinerja keuangan dalam laporan keuangan.

 

Hukum Debit Kredit

Untuk aturan debit dan kredit dan saldo normal untuk bermacam-macam akun dalam entitas pemerintah dapat diikhtisarkan sepert tabel sebagai berikut:

 

Hukum Debit Kredit

Nama Akun

Bertambah

Berkurang

Normal

Aset/Aktiva

Debit

Kredit

Debit

Kewajiban

Kredit

Debit

Kredit

Ekuitas

Kredit

Debit

Kredit

Pendapatan

Kredit

Debit

Kredit

Belanja

Debit

Kredit

Debit

Penerimaan Pembiayaan

Kredit

Debit

Kredit

Pengeluaran Pembiayaan

Debit

Kredit

Debit

 

 

Pembukuan Berpasangan

            Dalam sistem pembukuan berpasangan, setiap transaksi harus dicatat dengan cara sedemikian rupa agar jelas pengaruhnya thdp aktiva/aset, kewajiban, ekuitas, pendapatan, dan beban/belanja.

 

Prinsip utama sistem pembukuan berpasangan

Adalah bahwa setiap transaksi selalu dicatat dengan mendebit dan mengkredit dua atau lebih akun dengan jumlah yang sama antara sisi debit dengan kredit. Dengan demikian suatu transaksi paling sedikit akan berpengaruh terhadap dua buah akun, yaitu satu akun didebit dan satu lagi dikredit.

 

Jurnal dan Posting

Didalam praktik akuntansi yang sesungguhnya, pencatatan suatu transaksi, tidak lansung dicatat ke dalam persamaan akuntansi. Tetap terlebih dahulu dituangkan dalam suatu alat pencatata yang disebut Jurnal (journal) baru kemudian dibukukan (posting) ke akun pada buku besar. Dengan demikian jurnal merupakan penghubung antara transaksi dengan buku besar.

Tahap-tahap kegiatan mulai dari terjadinya transaksi sampai dengan penyusunan laporan keuangan disebut siklus akuntansi (accounting cycle).


0 Responses to “PEMAHAMAN AWAL AKUNTANSI”



  1. Tinggalkan sebuah Komentar

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Maho’s File

Maho

Mahonak namaku, Mohak sifatku, Maho nama panggilanku... tapi aku bukan makhluk homo

MikaMika calendar

Agustus 2012
S S R K J S M
« Jul   Okt »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Twitter Maho

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


%d blogger menyukai ini: