21
Agu
12

Pentingnya Perhitungan Beban Penyusutan Aktiva Tetap pada Perusahaan

ini makalah gue bikin khusus buat presentasi lomba akuntansi di bali. kebetulan masalah aktiva tetap juga gua pake buat laporan akhir jadi aku udah cukup menguasai

1.                  Latar Belakang Masalah

Setiap perusahaan, terutama perusahaan manufaktur memiliki aktiva tetap yang menjadi hal vital bagi perusahaan untuk menjalankan aktivitas operasionalnya. Pada umumnya dalam neraca, aktiva tetap memiliki nilai yang material dibandingkan aktiva lain karena transaksi-transaksi yang berkaitan dengan aktiva tetap biasanya meliputi jumlah uang yang besar karena harga aktiva umumnya relatif mahal. Oleh sebab itu transaksi-transaksi terkait aktiva harus dicatat dengan teliti. Kesalahan dalam pencatatan akan berakibat kepada tidak wajarnya penyajian laporan keuangan.

Pada kenyataannya, banyak perusahaan manufaktur segmen kecil di Indonesia yang belum menerapkan perlakuan akuntansi yang tepat berkaitan dengan aktiva tetap, khususnya perhitungan penyusutan aktiva tetap. Hal ini didasarkan pada alasan bahwa beban penyusutan aktiva tetap bersifat tidak real karena tidak ada kas yang dikeluarkan. Padahal hal ini akan berakibat penyajian laporan keuangan perusahaan menjadi tidak wajar.

Dari penjelasan diatas maka penulis tertarik untuk membahas masalah “Pentingnya Perhitungan Beban Penyusutan Aktiva Tetap pada Perusahaan”

  1. 2.                  Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah diatas maka dapat dirumuskan masalah yaitu “Banyaknya perusahaan segmen kecil yang belum memperhitungkan beban penyusutan aktiva tetap”

  1. 3.                  Pembahasan

Jika perusahaan menolak untuk menghitung beban penyusutan dengan alasan beban tersebut tidak bersifat real karena tidaka adanya kas yang dikeluarkan, maka ada beberapa alasan yang dapat mematahkan anggapan tersebut antara lain:

  1. Penyusutan aktiva tetap telah diatur dalam PSAK No 17 yang menyatakan bahwa setiap aktiva tetap kecuali tanah harus disusutkan sepanjang umur manfaatnya.
  2. Jika perusahaan tidak menghitung penyusutan maka perusahaan tidak mengakui penurunan manfaat aktiva yang terjadi setiap tahunnya. Padahal beban penyusutan tersebut bisa dijadikan sebagai alokasi perusahaan untuk mengganti aktiva lama yang telah habis masa manfaatnya tersebut dengan aktiva yang baru.
  3. Tidak dihitungnya beban penyusutan menyebabkan perhitungan harga pokok penjualan menjadi tidak tepat karena akan menjadi lebih kecil. Akibatnya laba perusahaan pun menjadi lebih tinggi dari yang semestinya.
  4. Jika perusahaan tidak menghitung penyusutan maka perusahaan akan kesulitan dalam melakukan pencatatan saat aktiva tetap tersebut dihentikan pemakaiannya. Perusahaan akan mengkredit rekening aktiva untuk menghapus aktiva tersebut dari pembukuan namun tidak jelas akan mendebit rekening apa karena tidak adanya rekening akumulasi penyusutan aktiva tetap. Jika keseluruhan nilai aktiva yang dihapus diakui sebagai rugi penghentian aktiva maka rugi perusahaan pada periode tersebut akan menjadi lebih besar.

Dari penjelasan diatas maka sudah seharusnyalah perusahaan menghitung beban penyusutan setiap tahunnya

Bagaimana cara menyusutkan aktiva?

Sebelum menyusutkan aktiva, perusahaan harus memperhatikan faktor-faktor yang mempengaruhi penyusutan sebagai berikut:

  1. Harga Perolehan (cost)

Yaitu uang yang dikeluarkan atau hutang yang timbul dan biaya-biaya lain yang terjadi dalam memperoleh suatu aktiva dan menempatkannya agar dapat digunakan.

  1. Nilai Sisa (residu)

Nilai sisa suatu aktiva yang didepresiasi adalah jumlah yang diterima bila aktiva itu dijual, ditukarkan, atau cara-cara lain ketika aktiva tersebut sudah tidak dapat digunakan lagi, dikurangi dengan biaya-biaya yang terjadi pada saat menjual/menukarkannya.

  1. Taksiran Umur Kegunaan (masa manfaat)

Taksiran umur kegunaan (masa manfaat)suatu aktiva dipengaruhi oleh cara-cara pemeliharaan dan kebijakan-kebijakan yang dianut dalam reparasi. Taksiran umur kegunaan ini bisa dinyatakan dalam satuan periode waktu, satuan hasil produksi atau satuan jam kerjanya.

Setelah memperhitungkan ketiga faktor diatas, maka perusahaan dapat menentukan  metode penyusutan mana yang akan digunakan. Metode penyusutan sendiri terdiri atas metode garis lurus, saldo menurun, jumlah angka tahun, jumlah jam jasa, dan hasil produksi. Penentuan pemilihan metode penyusutan harus didasarkan atas asumsi sebagai berikut:

  1. Metode Garis Lurus (Straight Line Method)
    1. Tidak terdapat pengaruh keusangan
    2. Metode ini menganggap bahwa nilai aktiva tetap mengalami penurunan nilai dengan berlalunya waktu
    3. Pola biaya reparasi dan pemeliharaan relatif konstan setiap tahun
    4. Tingkat efisiensi operasi relatif konstan setiap tahun
    5. Pendapatan atau arus kas bersih yang bisa dicapai dengan menggunakan aktiva yang baik tersebut jumlahnya konstan selama umur aktiva
    6. Metode Jumlah Angka Tahun (Sum of the Year Digit Method)
      1. Metode ini menetapkan biaya penyusutan yang tertinggi pada tahun-tahun pertama dari pemakaian aktiva dan beban penyusutan untuk tahun-tahun berikutnya semakin menurun (berdasarkan berlalunya waktu)
      2. Pengaruh keusangan yang relatif cepat
      3. Efisiensi operasi semakin menurun yang menyebabkan naiknya biaya operasi lainnya, sedangkan turunnya efisiensi berakibat pada pemakaian bahan bakar, bahan baku, dan tenaga kerja yang lebih banyak
      4. Beban reparasi dan pemeliharaan meningkat
      5. Kontribusi pendapatan yang menurun atau ketidakpastian mengenai pendapatan selama tahun-tahun belakangan.
      6. Metode Saldo Menurun
        1. Metode ini menetapkan biaya penyusutan yang tertinggi pada tahun-tahun pertama dari pemakaian aktiva dan beban penyusutan untuk tahun-tahun berikutnya semakin menurun (berdasarkan berlalunya waktu)
        2. Pengaruh keusangan yang relatif cepat
        3. Efisiensi operasi semakin menurun yang menyebabkan naiknya biaya operasi lainnya, sedangkan turunnya efisiensi berakibat pada pemakaian bahan bakar, bahan baku, dan tenaga kerja yang lebih banyak
        4. Beban reparasi dan pemeliharaan meningkat
        5. Kontribusi pendapatan yang menurun atau ketidakpastian mengenai pendapatan selama tahun-tahun belakangan.
        6. Metode Jam Jasa
          1. Nilai aktiva tetap menjadi berkurang karena penggunaan aktiva tetap dan bukan karena berlalunya waktu
          2. Biaya reparasi dan pemeliharaan bersifat proporsional terhadap penggunaan
          3. Tingkat efisiensi operasi bersifat proporsional terhadap penggunaan, misalnya bahan bakar atau bahan baku yang berfluktuasi jumlahnya
          4. Pendapatan bersifat proporsional terhadap penggunaan aktiva
          5. Metode Jumlah Unit Produksi
            1. Nilai aktiva tetap menjadi berkurang karena penggunaan aktiva tetap dan bukan karena berlalunya waktu
            2. Keusangan bukan merupakan faktor penting dalam menetapkan usia aktiva, keausan dan kerusakan fisik dianggap lebih penting dari keusangan
            3. Biaya reparasi dan pemeliharaan bersifat proporsional terhadap penggunaan
            4. Tingkat efisiensi operasi bersifat proporsional terhadap penggunaan, misalnya bahan bakar atau bahan baku yang berfluktuasi jumlahnya
            5. Pendapatan bersifat proporsional terhadap penggunaan aktiva

Ketepatan dalam memilih metode penyusutan sangatlah penting karena jumlah beban penyusutan setiap tahun untuk tiap-tiap metode tidaklah sama, walaupun perbedaan beban penyusutan ini hanya bersifat beda waktu karena pada akhir masa manfaat nilai akumulasi penyusutannya akan sama.

  1. 4.                  Kesimpulan

Penyusutan aktiva tetap telah diatur dalam PSAK No 17. Perhitungan beban penyusutan sangat penting bagi perusahaan karena pengakuan beban penyusutan setiap tahun dapat digunakan sebagai alokasi perusahaan untuk membeli aktiva baru jika masa manfaat aktiva lama telah habis. Selain itu beban penyusutan juga memegang peranan penting dalam ketepatan perhitungan harga pokok penjualan sehingga perhitungan laba rugi perusahaan pun menjadi wajar. Rekening akumulasi penyusutan aktiva tetap harus ditampilkan ke dalam neraca dimana rekening ini akan digunakan oleh perusahaan pada saat penghentian aktiva tetap. Untuk menyusutkan aktiva tetap harus diperhitungkan terlebih dulu harga perolehan, umur manfaat, dan nilai residu dari aktiva yang bersangkutan. Setelah itu perusahaan dapat menentukan metode penyusutan mana yang akan digunakan sesuai dengan kriteria aktiva yang dimiliki. Ketepatan dalam pemilihan metode penyusutan sangat penting karena beban peyusutan dari tiap-tiap metode akan berbeda.


3 Responses to “Pentingnya Perhitungan Beban Penyusutan Aktiva Tetap pada Perusahaan”


  1. 1 tultul
    Mei 30, 2013 pukul 9:04 am

    kalo seandainya kita dapat asset hibah dari PT X yang masih baru, apakah kita boleh mencatatkan depresiasi nya ?


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s


Maho’s File

Maho

Mahonak namaku, Mohak sifatku, Maho nama panggilanku... tapi aku bukan makhluk homo

MikaMika calendar

Agustus 2012
S S R K J S M
« Jul   Okt »
 12345
6789101112
13141516171819
20212223242526
2728293031  

Twitter Maho

Error: Twitter did not respond. Please wait a few minutes and refresh this page.


%d blogger menyukai ini: